Irori, Sajian Tradisional Jepang Dengan Tungku Api

Pelayan Restoran Menyiapkan Irori / photo junanto

Beberapa waktu lalu saya mencicipi satu jenis makanan tradisional Jepang di daerah Shinbasi, Tokyo. Makanan ini disajikan dengan style Irori, yaitu cara memasak dengan menggunakan tungku api di tengah meja. Irori sendiri artinya adalah tungku api tradisional yang terbuat dari batu dan umum terdapat di rumah-rumah orang Jepang jaman dahulu. Di tengah irori umumnya diletakkan bara api panas dari kayu.

Pada sekitar abad pertengahan, masyarakat Jepang belum mengenal gas, kompor, atau listrik. Tradisi memasak makanan masih menggunakan irori yang diletakkan di tengah-tengah rumah. Anggota keluarga biasanya duduk mengelilingi irori sekaligus menghangatkan tubuh sebelum masakan matang.

Di jaman modern, irori tetap dipertahankan di beberapa restoran Jepang. Restoran yang menggunakan panggangan api di tengah pengunjung dinamakan Robatayaki. Makanan di restoran ini bukanlah tipe makanan cepat, dalam arti penyajian makanan membutuhkan waktu yang panjang. Jadi kalau mau makan di sini, kita harus meluangkan waktu sekitar 2 atau 3 jam.

Sajian utama masakan Irori yang saya pesan malam itu adalah sejenis ikan sungai yang dinamakan “Yamame”, atau dikenal juga dengan nama “Yamame Trout”. Ukuran ikannya sedang, tidak terlalu kecil, tapi juga tidak besar.

Ikan yamame yang masih mentah ditusuk dengan tusukan seperti sate dan ditancapkan ke abu yang terletak di dalam Irori. Sebelum itu, pelayan restoran meletakkan terlebih dulu bara api yang sangat panas ke dalam irori. Setelah tungku api panas, beberapa tusuk ikan ditancapkan di sekitarnya.

Ikan Yamame ditancapkan di Irori / photo junanto

Melihat lambatnya api mematangkan ikan, dalam hati saya berpikir, sampai kapan ikan ini bisa matang ya. Dan betul saja, sampai hampir satu jam, ikan yamame belum juga matang. Pelayan hanya sesekali membolak balik ikan untuk meratakan kematangan.

Selama penantian ikan itu matang, kita disajikan beberapa makanan pengantar, mulai dari salad, sashimi, sup, dan cawan mushi. Hidangan tersebut disajikan dengan cantik dan artistik, tentunya juga dengan sofistikasi rasa yang kaya.

Melihat dari prosesnya yang panjang, makan di Irori ini cocok untuk dilakukan bersama kawan-kawan atau dalam perbincangan bisnis. Sambil menunggu panggangan di tengah meja matang, kita juga mengisi dengan perbincangan.

Setelah deretan makanan pengantar, akhirnya ikan yamame matang juga. Melihat dari panjangnya waktu menunggu, then it has to be good, begitu pikir saya.  Seperti inilah ikan yamame yang sudah matang di piring saya.

Grilled Yamame on my plate / photo junanto

Saat saya cicipi dagingnya. Hmmmm … betul juga. Rasanya luar biasa. Kelembutan daging ikan ini sangat terasa di mulut. Rasanya juga minimalis, meski hanya dibalur garam saja, aroma gurih ikan yang lezat sangat terasa. Meski tidak besar, ikan yamame ini mengandung daging yang tebal. Tak mengenyangkan, tapi saya jamin menyenangkan.

Ikan memang sajian puncak makanan Irori malam itu, tapi bukan akhir dari sajian. Usai daging ikan tuntas dimakan, kami memesan rangkaian makan selanjutnya, yaitu daging sapi wagyu yang dimasak dengan model Robatayaki, atau dipanggang di atas bara api. Jadi bara api yang tadi belum dimatikan, melainkan digunakan untuk memanggang daging. Kelembutan rasa daging wagyu, asparagus, dan irisan lotus, di atas panggangan sungguh terasa sangat menyenangkan, seolah ia meletup di mulut sebagaimana meletupnya bara api panas di dalam irori.

Kelembutan Daging Wagyu on Irori / photo junanto

Makan di Irori membuat kita merasakan tradisi kuno dari masyarakat Jepang kala belum ditemukan tekhnologi seperti gas dan kompor. Makanan yang disajikan juga matang secara alami, dan yang jelas sehat.

Jadi, kalau main-main ke Tokyo, sempatkan ya makan di restoran dengan Irori-style. Salam makanan sehat.

2 thoughts on “Irori, Sajian Tradisional Jepang Dengan Tungku Api

  1. Halo,

    Mau tanya, ini makannya di resto apa yah namanya dan lokasinya dimana?? range hargsnya berapa?? aku pingin nyoba pas ke jepang nanti..

    thanks!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 + = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>