Jangan Hina Genghis Khan di Mongolia (Shocking Part II)

Patung Genghis Khan setinggi 40 meter di Tsonjin Boldog, Mongolia / photo iwan

Satu hal yang perlu diingat kalau ke Mongolia. Jangan pernah menjelekkan nama Genghis Khan di sana. Orang Mongolia bisa sangat marah. Hal tersebut karena Genghis Khan, atau di Mongolia ditulis dengan lafal “Chinggis Khan”, adalah idola dan kebanggaan nasional bangsa mereka.

Saat saya pertama menginjakkan kaki di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, nama Genghis Khan sudah terpampang besar. Ya, airport internasionalnya bernama Chinggis Khan Airport. Bukan hanya di airport, tapi juga di segenap lapis kehidupan orang Mongolia, nama Genghis Khan banyak digunakan.

Mata uang Mongolia Tugrug misalnya, memiliki gambar wajah Genghis Khan. Minuman vodka produksi Mongolia, yang menjadi kebanggaan mereka, mereknya “Chinggis Vodka”. Di berbagai sudut Ulaanbaatar, saya melihat banyak restoran, salon, toko, yang mengambil nama “Chinggis”, atau juga ditulis lengkap “Chinggis Khan”.

Pernah ada usulan membuat Undang-undang untuk mematenkan atau menarik lisensi bagi penggunaan nama Genghis Khan di Mongolia. Namun hingga kini, usulan itu tak pernah terealisasi.

Di Sukhbataar Square, atau di pintu masuk istana Presiden Mongolia, ada satu patung Genghis Khan besar yang sedang duduk. Posisi duduknya mirip seperti patung Abraham Lincoln di Washington, DC. Orang Mongolia percaya kalau arwah Genghis Khan masih ada dan melindungi bangsa Mongolia sebagaimana dulu ia menguasai dunia pada abad ke-13.

Batta, kawan saya yang orang Mongolia, dengan bangga menyebut dirinya “the grandson of Genghis Khan”. Dengan serius dia bilang, “Saya nih cucunya Genghis Khan loh”. Awalnya saya pikir dia betul-betul keturunan langsung Genghis Khan. Gak taunya, semua orang Mongolia yang saya jumpai mengaku juga sebagai cucu Genghis Khan. Sama aja dong, kayak kita semua mengaku cucu Adam hehe….

Patung Genghis Khan di Sukhbaatar Square / photo iwan

Tapi dari semua simbol atau patung Genghis Khan yang saya lihat di Mongolia, yang paling bikin saya shock adalah patung Genghis Khan raksasa yang terletak di Tsonjin Boldog, atau sekitar 54 km dari kota Ulaanbaatar. Dan, ke sanalah saya menuju pagi itu.

Di Tsonjin Boldog, patung Genghis Khan dibuat besar dan megah. Luar biasa megahnya karena tingginya mencapai 40 meter dan beratnya 250 ton, terbuat dari baja. Genghis Khan dibuat sedang duduk di atas kuda dengan posisi mengarah ke negeri Cina.

Untuk menuju ke patung itu, kita perlu berkendara melalui gurun, kalau musim dingin ditutupi salju, yang luas banget. Perjalanan menuju Tsonjin Boldog menempuh waktu hampir satu jam. Bukan masalah jarak saja yang membuat kunjungan ke sana menarik, tapi medan menuju patung itu masih alami, alias banyak jalan yang belum diaspal.Mungkin hal tersebut agar kita bisa merasakan suasana menjadi bangsa nomaden di masa lalu.

Sepanjang jalan kita juga dapat menemukan banyak sapi ternak, padang gurun bersalju, dan pemandangan pegunungan yang indah. Sesekali mobil kita harus berhenti, karena ada rombongan sapi dan kambing menyebrang.

Berpose di pelana kuda Genghis Khan bersama para cucunya

“Kenapa sih harus jauh seperti ini, untuk membuat patung?” tanya saya pada Saran, kawan Mongolia yang ikut pergi bersama. Jawab Saran, “Oh tempat ini dulu diyakini sebagai tempat pertama kali Genghis Khan memperoleh wangsit dan kekuatan sebelum kemudian pasukannya menguasai dunia”. Ya, di Tsonjin Boldon inilah, masyarakat Mongolia meyakini bahwa Genghis Khan dan pasukannya pernah mendirikan tenda dan membangun markas pasukan mereka di abad ke-13.

Di bawah patung setinggi 40 meter itu, ada sebuah bangunan dua lantai yang memuat museum tentang kehidupan di masa kejayaan Genghis Khan. Kita dapat melihat berbagai peninggalan Genghis Khan, baik senjata maupun perlengkapan lainnya. Selain itu, kisah sejarah bagaimana Genghis Khan menguasai dunia dengan pasukan Mongolnya juga digambarkan dengan menarik. Kita juga bisa naik ke patung itu hingga pelana kudanya dengan menggunakan lift.

“Genghis Khan adalah kebanggaan nasional bangsa kami”, ujar Saran. Banyak pihak mengatakan kalau dulu ia sangat bengis. Pasukannya terkenal kejam. Tapi, orang Mongolia ingin menunjukkan pada dunia, bahwa Genghis Khan adalah seorang pemimpin besar. Ia mampu menyatukan bangsa Mongol yang tersebar dalam suku-suku menjadi satu kekuatan besar di masa lalu.

Museum dan patung Genghis Khan ini adalah upaya dari bangsa Mongol untuk melakukan re-branding pada figur idola mereka kepada dunia internasional. Saya rasa semua pemimpin besar dunia adalah pribadi yang penuh kontroversial. Masing-masing negara tentu bangga pada pahlawannya. Demikian pula bangsa Mongolia.

Salam.

One comment

  1. seharusnya cerita juga dong mas soal invasi mongol ke jawa,,hehehe,,pengen tau reaksinya kaya apa???
    pasti kan soal sejarah genghis khan dari keturunannya juga kubilai khan udah pada khatam semua orang2 disana ( karena ada beberapa bangsa yang gak bisa ditaklukin mongol salah satunya jawa dengen intrik kecerdikan/kecerdasannya pasukan mongol berhasil di tipu akhirnya di pukul mundur) ,, kalo gak bilang saya keturunan raden wijaya,,hahaha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *