Serba Kambing di Ampel, Surabaya

Kambing Bakar Madu di Ampel, Surabaya / photo by Junanto with Samsung NX300

Kambing Bakar Madu di Ampel, Surabaya / photo by Junanto with Samsung NX300

Kawasan Ampel di Surabaya, selain terkenal akan wisata religiusnya, juga terkenal dengan wisata kulinernya. Kalau mau wisata religius, di sana ada makam Sunan Ampel serta Masjid Ampel yang tak pernah sepi dari para peziarah. Usai berziarah, kita dapat berbelanja dan mencari makanan di sekitar masjid, di area yang terkenal dengan nama Kampung Arab. Menurut sejarahnya, masyarakat Arab sejak jaman dulu telah bermukim di sekitar wilayah itu. Tak heran bila suasana di sana sudah terasa seperti di negeri Arab.

Soal makanan pun begitu. Saya menyempatkan diri untuk berbuka puasa di wilayah Ampel. Di sepanjang jalan H. Mas Mansyur, terlihat aneka ragam warung yang menyajikan menu kuliner Arab. Sampai bingung sendiri kita memilihnya. Semua yang menjual juga keturunan Arab, jadi soal rasa tak diragukan lagi otentisitasnya.

Salah satu warung favorit saya adalah Warung Madinah. Tapi sore itu saya ingin mencoba Depot Yaman. Apalagi siang harinya, Depot ini direkomendasikan oleh Pak Bondan dalam acara Wiskul di televisi. Jadi, pantas lah untuk dicoba.

Depot Yaman menyediakan aneka menu dari timur tengah. Konon yang nikmat itu adalah kambing bakar oven. Itu adalah paha kambing muda yang dipanggang, dan bisa juga dilumuri madu. Hmmmph, serius deh rasanya sungguh patoet dipoedjiken.

Serat kambingnya begitu lembut, olahan bumbunya meresap ke dalam daging, langsung lumer di mulut dengan tonjokan manis melekat di ujung rasa. Kelembutan dagingnya sungguh tidak biasa. Sangat jarang sekali saya memakan daging kambing yang seratnya sama sekali tidak melawan. Lumer selumer-lumernya. Jadi ingat daging sapi Kobe yang juga lumer dalam mulut kita.

Untuk nasi, karena saya pergi bersama keluarga, jadi kami pesan tiga jenis nasi. Nasi Buchori, Nasi Kabsa, dan Nasi Briyani. Nasi Kabsa tampil kekuningan, rasa sedikit pedas, dan penampilannya shiny. Sungguh otentik rasanya. Nasi Kabsa disajikan bersama lauk kambing panggang yang lembut. Paduan yang lezat.

Nasi Briyani Kambing di Ampel / photo junanto by Samsung NX300

Nasi Briyani Kambing di Ampel / photo junanto by Samsung NX300

Nasi Kabsa dan Sop Marak / photo junanto by NX300

Nasi Kabsa dan Sop Marak / photo junanto by NX300

Nasi Buchori-nya menurut saya sangat jagoan. Kalau suka rasa pedas, nasi buchori saya rekomendasikan. Ini seperti akulturasi kuliner timur tengah dan Indonesia yang gemar menggunakan cabe. Pedasnya luar biasa, hingga nasi ini tampilannya agak kemerahan.

Sementara untuk nasi briyaninya, kelezatannya seimbang. Briyani tampil dengan bumbu yang tidak terlalu tegas. Dengan demikian nasi ini cocok bagi para pemula, atau yang tidak terbiasa dengan bumbu keras dari masakan timur tengah.

Satu lagi yang lezat dan wajib coba di warung ini. Saya memesan Sop Kambing Arab, atau Sop Marak. Rasanya lezat dan berbumbu, spicy dan menyentuh, tanpa terkesan bau kambing. Sop marak ini tampil bening dengan potongan daging kambing yang masih membalut tulang. Dagingnya lembut sehingga nikmat saat disantap. Selain daging, sop marak juga ada sayuran, kentang, dan tomat.

Sajian timur tengah memang identik dengan kambing. Mulai dari makanan pembuka hingga utama, semuanya mengandung kambing. Tapi katanya kita tak perlu khawatir, karena pada prinsipnya daging kambing kaya akan gizi. Soal koleterol, kabarnya masih lebih rendah dibanding daging sapi, atau telor puyuh.

Mencicipi hidangan serba kambing di Ampel adalah peristiwa yang tidak akan kiat lupakan. Kalau mampir ke Surabaya, jangan lupa untuk berwisata religious ke Ampel, berbelanja di Kampung Arab, dan mencicipi aneka hidangan timur tengah di sana. Selamat berbuka puasa.