Aneka Ramen (no pork) di Tokyo

Chicken Ramen Shinagawa / photo Junanto

Saat pertama kali tiba di Tokyo, saya diperingati seorang kawan untuk berhati-hati dalam memilih makanan. Hal itu karena hampir semua makanan di Jepang kerap mengandung babi. Sebagai seorang muslim, tentu saya dilarang untuk makan babi.

Salah satu makanan yang menurut kawan saya tadi harus dihindari adalah Ramen, atau mie kuah yang disajikan dengan aneka topping. Ramen di Jepang sejarahnya berasal dari Cina, sehingga kerap disebut juga dengan istilah “shina soba”, shina berarti Cina.

Mie untuk ramen dibuat dari terigu, persis seperti mie kuning untuk mie ayam pangsit di Indonesia. Meski kelihatannya lezat, apa yang dikatakan teman saya tadi benar adanya. Ramen di Jepang selalu disajikan dengan menggunakan kaldu babi, terutama di kuahnya. Ramen jenis itu populer di Jepang, dinamakan dengan istilah “tonkotsu” ramen. Meski kita memesan ramen sayuran, atau ramen ayam, kuahnya tetap menggunakan babi. Daripada risiko, mendingan saya tidak usah makan toh.

Tapi, setelah melakukan penelitian dan penelusuran ke banyak warung ramen, termasuk mencari rekomendasi kawan-kawan, ternyata tak semua ramen mengandung babi. Meski jarang, ada juga ramen di Tokyo yang bebas dari babi.

Salah satunya adalah warung ramen ayam yang terletak di dekat stasiun Shinagawa. Kalau kita tidak termasuk yang “strict” dan bisa makan daging ayam, ramen di Shinagawa ini sangat recommended. Warungnya kecil dan terletak di Ramen Street, tepat di depan hotel Shinagawa Prince.

Mencicipi Ramen di Tokyo

Ramen yang disajikan menggunakan kaldu ayam, dan topping irisan daging ayam. Saya biasanya menambahkan telur matang di atasnya. Rasanya khas dan berbeda dengan mie ayam di Indonesia. Kuahnya asin dan terasa kaldunya. Kuah ramen asin ini dinamakan dengan shio ramen.

Kalau tidak bisa makan ayam, saya punya satu rekomendasi lagi, yaitu ramen seafood. Informasi ramen ini saya dapatkan dari Haji Fithra, mantan ketua PPI Jepang. Karena yang merekomendasi haji, jadi saya yakin akan ketidakterlibatan babi di dalam pembuatan ramen ini.

Warung ramen seafood ini lokasinya di daerah Shinjuku. Tak jauh dari pintu keluar tenggara (South East Exit). Nama warungnya “Kaijin” atau berarti juga Dewa Laut. Warungnya sempit dan terletak di lantai dua sebuah bangunan. Kalau kita datang pada saat makan siang, dipastikan penuh dan harus mengantri panjang. Kapasitas warungnya hanya dapat memuat sekitar 15 orang.

Menurut saya, ramen seafood di Kaijin ini sangat lezat. Ada dua jenis rasa yang ditawarkan, rasa gurih dan rasa pedas. Untuk yang pedas, kita bisa memilih beberapa level kepedasan. Mulai dari pedas satu, dua, hingga empat.

Saat semangkuk besar ramen tiba, harum aroma seafood langsung terasa. Mie-nya juga lembut dan teksturnya menyenangkan. Kita bisa memesan bakso udang di dalam ramen tersebut.

Satu hal menarik dari ramen di Kaijin ini adalah disajikannya onigiri bakar, yang dapat dimakan bersama ramen. Onigiri adalah nasi kepal Jepang yang umumnya dijual di supermarket. Biasanya berisi aneka jenis ikan atau sayuran. Tapi onigiri di Kaijin ini plain tanpa isi dan dibakar hingga permukaannya sedikit hangus. Jadi mirip jadah bakar kalau di Jawa. Di atasnya, diolesi sambal pedas. Mak nyuss toh.

Cara makannya, setelah mie habis disantap, onigiri dimasukkan ke dalam kuah ramen. Diaduk bersama kuah dan nasi onigir dimakan seperti kita memakan sup. Rasanya sungguh luar biasa. Lezat dan must try deeeeh. Saya jamin tidak bakal menyesal mencicipi ramen sea food ini.

Satu lagi ramen yang saya rekomendasikan kalau mampir ke Tokyo, yaitu Ramen Sayuran atau Veggie Ramen. Tapi ramen ini hanya disajikan pada awal musim semi. Biasanya dari bulan Maret hingga Mei. Orang Jepang menyebut makanan yang keluar pada saat-saat tertentu dengan sebutan“kinan gentei”, atau makanan musiman.

Ramen special ini dikeluarkan oleh warung Ramen Kagetsu Arashi. Nama ramennya adalah “Vegie Ramen Nana”. Warubg ini menjamin ramen bebas daging, sebagaimana tagline-nya “No Pork, No Chicken, No Fish”.

Dan benar saja, saat saya memesan Vegie Ramen ini, yang datang adalah semangkuk besar ramen penuh dengan sayuran. Mie-nya sendiri berwarna hijau tua karena dibuat dengan campuran sayur. Toppingnya juga semua sayuran, mulai dari jamur, lobak, daun bawang, tomat cherry, daun ketumbar (cilantro) dan aneka sayuran lainnya. Rasanya sangat gurih dan khas terasa sayurnya.

Selain ramen sayuran, warung ini juga menyediakan gyoza atau pangsit berisi sayuran. Umumnya gyoza di Jepang berisi daging babi cincang. Tapi untuk musim promosi ini, mereka membuat khusus dari sayuran. Saya tentu tak menyia-nyiakan kesempatan dengan memesan satu porsi gyoza. Hmmmm, rasanya sungguh kaya, gurih, lezat, mantab dengan aneka sayuran.

Sebagai pecinta sayuran, Veggie Ramen Nana ini sungguh sangat mendegut ludah dan mengenang di atap mulut. Rasanya tak terlupakan dan wajib dicoba kalau suka dengan sayuran. Selain lezat, Ramen sayuran ini juga jauh lebih sehat dibandingkan dengan jenis ramen lainnya.

Jadi, kalau mampir ke Tokyo, jangan ragu lagi memilih ramen. Selamat mencicipi aneka ramen di Tokyo. Salam Ramen.

Berikut aneka ramen dan gyoza yang saya cicipi di Tokyo:

Ramen Seafood "Kaijin" dan Onigiri Bakar oles Sambel / photo Junanto

 

Ramen Sayuran "Veggie Ramen Nana" / photo Junanto

vegetable gyoza / photo Junanto