Bahan Fashion Terbuat Dari Sampah

Bersama Rancangan Billy Wong, yang bahannya dibuat dari sampah / taken with samsung nx300

Bersama Rancangan Billy Wong, yang bahannya dibuat dari sampah / taken with samsung nx300

Mendengar busana karya desainer haute couture, kita pasti terbayang akan bahan baku dan harga yang mahal. Tapi tidak demikian bagi Billy Wong,  salah satu desainer muda Indonesia yang kreatif dan terkenal di manca negara. Billy justru mengangkat sampah sebagai inspirasi bagi tema fashionnya.

Hah, bagaimana bisa? Tanya saya pada Billy Wong, saat bertemu dengannya di Surabaya hari ini (17/5). Billy berada di Surabaya untuk meramaikan acara “Jatim Kreatif”, yang merupakan ajang pameran perbankan dan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) se-Jawa Timur. Acara akan diselenggarakan pekan depan, dari tanggal 22 hingga 26 Mei 2013, bertempat di Grand City Surabaya.

Saat acara konferensi pers mengenai acara dimaksud, Billy Wong ikut hadir untuk menampilkan rancangan desainnya, yang diberi judul “Senandung Dari Madura”. Dua model yang cantik, siang tadi tampil di hadapan beberapa pemimpin perbankan, serta wartawan media massa Jawa Timur.

Billy Wong Menjelaskan Karyanya / photo junanto, taken with samsung nx300

Billy Wong Menjelaskan Karyanya / photo junanto, taken with samsung nx300

Billy mengatakan bahwa UMKM itu memiliki potensi untuk maju dan go international. Seluruh rancangan desainnya justru diperoleh dari kehidupan rakyat kecil. Inspirasi gaun “Senandung dari Madura” misalnya, ia dapatkan saat melihat kain dari sepasang kakek nenek di Madura. Bahan baju ia padukan dari kain murah dan karung goni. Lalu ia juga menggunakan cabe merah dari Jawa Timur sebagai aksesoris. Sementara untuk bulu mata merah, dibuatnya dari sisa sapu ijuk.

Menurut Billy, ia belajar desain secara otodidak. Awalnya, ia berguru pada seorang desainer di Paris. Guru itu mengajaknya berjalan di kota dan berhenti di tempat sampah. Ia lalu berkata pada Billy, “Coba kau buat rancangan dari sampah-sampah itu!”.

Awalnya Billy terperanjat. Tapi dari situ ia belajar, bahwa bahan yang kita pikir adalah sampah, justru bisa memiliki nilai jual tinggi.

Tak heran lalu banyak orang yang menjulukinya “Desainer Sampah”.

Meski dicap sampah, karya desainnya mampu membawa Billy Wong ke manca negara. Ia telah melakukan fashion show di Eropa, Amerika, hingga Amerika Latin. Respon positif diperolehnya dari berbagai pengunjung.

Saat Jakarta Fashion Week 2012 lalu, Billy Wong merancang desain pakaian bertema Diva, yang terinspirasi dari jerit tangis dan penderitaan korban lumpur Lapindo. Kepedulian pada kerakyatan, UMKM, dan masyarakat terpinggirkan itu memang menjadi ciri dari desain Billy Wong.

Selanjutnya, Billy Wong akan menggelar Fashion Show yang menampilkan seluruh karya “sampah”-nya itu, pada hari Selasa, tanggal 22 Mei 2013, bertempat di Grand City Surabaya.  Acara Billy Wong adalah bagian dari Bazaar UMKM dan perbankan Jawa Timur, yang mengambil tema “Jatim Kreatif”.

UMKM memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian Indonesia. Selain upaya mendorong mereka pada akses keuangan, membangkitkan kreatifitas juga menjadi konci. Di sinilah peran serta semua pihak.

Tanpa adanya sinergi dari sisi keuangan dan kreatifitas, serta dukungan infrastruktur lainnya, UMKM hanya sebatas potensi belaka. Setidaknya, itulah yang dikatakan Billy Wong, dengan kreatifitasnya yang mengangkat UMKM bisa berkiprah di dunia internasional.

Salam

Bersama Billy Wong / taken with samsung nx300

Bersama Billy Wong / taken with samsung nx300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 + = 16

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>